bapak kita pun sama merreka rela membanting tulang hanya demi menghidupi keluarganya terutama anaknya karena bapak kita yakin bahwa kelak anaknya itu akan jadi penerus keluarganya, begitu besar harapan orangtua kepada anaknya sehingga rela membanting tulang untuk menghidupi keluarganya terutama anaknya dan sesungguhnya Nabi Muhammad telah bersabda :
"sesungguhnya ridha allah terdapat pada ridha kedua orangtua dan "
murka allah terdapat pada murka kedua orangtua
kita tahu dari hadist di atas bahwa begitu pentingnya berbakti kepada orangtua kita sampai sampai nabi bersabda seperti itu nabi pun pernah di tanya oleh salah seorang sahabat wahai rasul siapakah orang yang paling engkau cintai lalu beliau menjawab ibu sahabat bertanya dengan pertanyaan yang sama nabi pun menjawab hal yg sama sampai 3 kali lalu beliau menjawab untuk ke empat kalinya baru beliau menjawab bapak.
begitu pentingnya berbakti kepada kedua orang tua kita terutama ibu kita yang telah mengandung dan melahirkan kita ke dunia dengan pertaruhan nyawa serta mengurusi kita dan ayah kita yang telah membanting tulang demi menafkahi keluarga terutama anaknya tercinta, tapi sekarang ini anak sudah berani mengancam, membentak bahkan membunuh orang tua nya jika orangtua kita di sakiti lalu berdoa maka akan di kabulkan doa nya oleh allah, mending jika yang di doa kan orang tua kita yang baik jika yang jelek maka akan seperti apakah kita? jawabannya ada pada orangtua kalian masing masing, jika kalian telah membuat orangtua kalian murka maka murka allah menyertaimu dan tunggulah kehancuran mu
para pembaca sekalian jika kalian masih memiliki orang tua maka segeralah minta maaf kepada mereka sebelum orangtua kalian pergi atau jika kalian pergi duluan dari orangtua kalian jangan menyesal nanti segeralah minta maafsebelum semuanya terlambat.
para pembaca sekalian jika kalian masih memiliki orang tua maka segeralah minta maaf kepada mereka sebelum orangtua kalian pergi atau jika kalian pergi duluan dari orangtua kalian jangan menyesal nanti segeralah minta maafsebelum semuanya terlambat.